Text
Islam dan sains : paradigma integrasi
Islam sebagai agama Rahmatan lil 'Alamin sangat sejalan dengan perkembangan sains dan teknologi. Bahkan sejarah hubungan Islam dan sains dimulai sejak masa awal kemunculan Islam, yakni sekitar abad ke-7 M. Pada masa itu, peradaban bangsa Barat masih dalam kegelapan dan sangat jauh dari perkembangan ilmu empiris. Delapan abad sebelum Copernicus dan Galileo Galilei menjelaskan temuan-temuan empirisnya, Islam justru mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan empiris dengan cukup pesat. Akan tetapi sejarah manis tersebut sangat bertolak belakang dengan kenyataan saat ini. Saat ini umat Islam berada jauh dalam bayang-bayang kemajuan bangsa dan peradaban Barat. Salah satu faktor penyebabnya adalah tumbuh pesatnya paradigma dikotomi ilmu dalam dunia Islam, dimana agama dipisahkan secara tegas dengan sains dan ilmu pengetahuan. Buku ini merupakan bagian dari upaya penulis untuk menyuarakan pentingnya upaya integrasi agama dengan sains yang meliputi tinjauan historis dikotomi agama dan sains, penjabaran hubungan agama dengan sains, deskripsi teori-teori integrasi ilmu, dan diakhiri dengan contoh-contoh bukti kesesuaian antara agama (Al-Qur'an dan Sunnah) dengan sains sebagai contoh penerapan teori-teori organisasi.
Tidak tersedia versi lain